Aku, Kamu dan Cinta

Puisiku, Ungkapan Hatiku

Mengenang 20/05/1991

Filed under: aku — sangpencintamu @ 10:03 AM

Dimana kau, iman? Jiwaku mencari-cari
tak kunjung pula kau tegak berdiri
Apa kau telah kalah? Oleh belaian mesra
dan jerit manja merpati betina.
Atau, kau telah digagahi nafsu
hingga kau lupa bersujud sepanjang waktu
dan kau telah digeluti kerakusan
hingga kau makin tamak, makin congkak
aku tak ingin jiwaku kau kendalikan
aku tak ingin. Kumohon,
kembalilah iman, putih tulus seperti dulu
kekasihmu, jiwaku, memanggil-manggil
di puncak kesadaran.

(parahyangan, 1991)

Advertisements
 

Malam 17/05/1991

Filed under: Tentang — sangpencintamu @ 2:12 PM

Segulita hari adalah malam
yang setia bersilaturrahmi pada alam
sementara tak setiap hari ada terang
dan hari tak ada yang tak dihias kelam
Aku tak pernah rindukan malam
Tapi aku ragu kalau hari tak malam
Gentanya malam adalah syair
dan malam selalu menjadi ilham.
Satu malam,
baru terpikir bahwa malam
akan jadi akhir insan punya alam
malam adalah akhir kalam.
-Malam, kau sangat setia-

Pontianak, 91

 

Besok

Filed under: para dara — sangpencintamu @ 1:45 PM

Kuyakin
Kembalinya di samar jiwa
Kiranya tak mudah
Karena
Kata memadah di dada
Ketika luruh, memuncak
Kutahu hanya mungkin itu nanti
Kalau ini jadi hari jadi besok.
Kau usah menangis
Kala
Kesepian. Juga besok
Kehilangan

Parahyangan 1991

 

Yang Kalah

Filed under: aku — sangpencintamu @ 1:12 PM

Kau coba mengurai awan kelabu
di sela-sela sisa hujan
di atas tanah merah pekuburan.
Kau usap airmatamu, yang
telah bercampur rinai hujan dan
warna tanah.
Kau, sedih nian.

Bila kau sadar, akan bulan yang jatuh
dalam pangkuan.
Sekejab, telah dirampas.
Dengan paksa walau telah puas kau menjeritkan pinta
telah habis nafasmu, biru mata dan bibirmu
telah robek pita suaramu.
Takkan didengar.

Kau, kau kecil sobat
kau terlalu muda tuk bahagia
dan di pucuk kuasa
keadilan mentertawakanmu. Penuh.
Mentertawakanmu.