Aku, Kamu dan Cinta

Puisiku, Ungkapan Hatiku

Yang Kalah 17/05/1991

Filed under: aku — sangpencintamu @ 1:12 PM

Kau coba mengurai awan kelabu
di sela-sela sisa hujan
di atas tanah merah pekuburan.
Kau usap airmatamu, yang
telah bercampur rinai hujan dan
warna tanah.
Kau, sedih nian.

Bila kau sadar, akan bulan yang jatuh
dalam pangkuan.
Sekejab, telah dirampas.
Dengan paksa walau telah puas kau menjeritkan pinta
telah habis nafasmu, biru mata dan bibirmu
telah robek pita suaramu.
Takkan didengar.

Kau, kau kecil sobat
kau terlalu muda tuk bahagia
dan di pucuk kuasa
keadilan mentertawakanmu. Penuh.
Mentertawakanmu.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s