Aku, Kamu dan Cinta

Puisiku, Ungkapan Hatiku

Haruskah 26/01/1992

Filed under: aku — sangpencintamu @ 1:03 PM

Adakah alasan untuk kembali mengalah
diayun-ayunlah daku
oleh bimbang dan kecewa
sedang hati tak tahu jawaban
akan tanya
‘bila semua akan kau ungkap’

Adakah tega bathin untuk mengalirkan air mata
diombang-ambinglah jiwa
oleh yakin dan tangis
saat cerita melangkah begitu mantap
haruskah, diulang tapak-tapak kegagalan
=ah, jejaknya masih nyata dalam waktu=
haruskah?

Tabing, 260192

Advertisements
 

Sembilan Belas 15/01/1992

Filed under: aku — sangpencintamu @ 3:01 PM

Ada yang terungkap dalam kesendirian
diri yang ikhlas
diri yang rela
tersia-siakan dan terbuang.
Ah, tangis hanya ciri kecengengan
aku terlalu angkuh untuk itu
namun
sedih yang memenuhi udaraku
tak dapat kulumat dalam ria
sebab tak layaklah
bergembira dalam nestapa
Aku rela, bila terlupakan
tak ada hakku, memaksa
orang-orang mengenangku
aku bukan apa pun jua
aku hanya aku yang sombong
ah, biar hanya aku mengucap salam
pada diri.
Hingga lampu 20 watt ini kupadamkan
atau nyala 19 batang korek api kuhembus

:Selamat ulang tahun, sobat

15/01/1992