Aku, Kamu dan Cinta

Puisiku, Ungkapan Hatiku

Short Story of August 15/01/1993

Filed under: para dara — sangpencintamu @ 8:21 AM

Bukan aku tak menyadari
bahwa tiada kekecewaan di perpisahan
aku pun menyesal di sini
namun penyesalan selalu terlambat
juga permohonan maaf.
Aku berdiri di sini
menatap langit yang jadi merah
tiba-tiba, aku terpaku
pasir
laut
camar
dan ombak,
kali ini tak bisa lagi menentramkan
batin pengecut ini.
Aku kecap air mata di sini
dan biasanya mengiringi lagu-lagu
kita. -Sayangnya bukan air mata kita-
diah, ‘pabila kenangan mengoyak hatimu
hingga jadi ribuan serpih
maafkan aku. -sayangnya bukan mau kita-

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s