Aku, Kamu dan Cinta

Puisiku, Ungkapan Hatiku

Cinta Itu Ternyata Ganjil 31/05/1993

Filed under: ma verte — sangpencintamu @ 9:47 AM

Andai saja Cinderella tak ditolong peri
mana mungkin sang pangeran akan tertawan
kalau begitu, Cinderella hanya akan jadi istri
seorang penebang kayu miskin di pinggir hutan.
Kalau saja Ken Dedes kudisan di betisnya
maka Ken Arok tetaplah jadi pengurus kuda
dan jika Sangkuriang tak tergoda Dayang Sumbi
takkan ada Indonesia punya kawah terbesar di bumi.
Itu semua karena cinta, ingatlah
ada yang katakan cinta bikin dunia berputar
cinta TUHAN pada hamba-hambaNYA itulah
membuat kita yakin pula cinta itu tak pernah pudar.
Namun, cinta tetap juga ganjil bagiku
tetap bagai barang yang tak kupahami
seperti saat ini mengapa terus terpaku padamu
sekian lama kukenal kau, taklah lantas terselami.
Cinta tetap sesuatu yang tak masuk akal
mengapa lantas tercipta darinya kisah Cinderella,
la belle et la bete, si cantik dan si buruk rupa
ada kisah Romeo dan Juliet, Syamsul Bahri dan Siti Nurbaya,
juga sampai saat ini, kisah kita.

Advertisements
 

A. 20/05/1993

Filed under: aku — sangpencintamu @ 8:40 AM

=ego vii=

Ya, akulah pengembara itu

yang selusupi urat nadi bumi ibuku

merayapi kesunyian dan sendiri

menapaki gulana malam hari.

Ya, akulah penyair itu

yang mengucap setumpuk rindu

memuja kecintaan batin murni

menggelepar, gelisah impikan hakiki

Aku mengawang, dari sana kulambai-lambaikan tangan

aku mengecup pucuk kisah

melumat masa lalu dan tangisan

dalam hangatnya tawaran cintamu.

:namun sekali waktu

kurambah lagi luasnya pengorbanan.

Buat temukan siapa aku.

Bandung, 1993

 

Episode Cinta Erni Galuh Ayu 19/05/1993

Filed under: sahabat — sangpencintamu @ 8:45 AM

Tak pernah terjawab, tanya di kepala
semakin besar, mengisi langit dunia
seperti deretan awan putih, tipis.

Bernyanyilah, segala sepi ‘kan berkawan
lalu kesunyian tak lagi dirasakan
tak ada lagi hujan!

Bumi ini, cinta kita. Apa pun namanya,
cinta Kita! Bahkan saat kita teriak,
“Musnahkan!”
BUmi tak pernah berhenti tertawa.
Maka, cerita lalu itu, hanyalah
dukamu!
Berjuanglah tetap, walau ribuan hutan
yang kau klaim milikmu itu,
kian luluh lampus diporakporandakan
mesin!

( aku hanya melihat dari jendela ketika
kau menangis, dan kemudian bunuh diri! )

 

Buntu

Filed under: aku — sangpencintamu @ 8:13 AM

Dan jantungku sakit nian
serasa diremas, ditarik keluar
dan dibakar dengan ribuan lilin
ini tentang kegundahan laki-laki
merasa dirinya ditindas
diremehkan juga disepelekan
seorang laki-laki tanpa pegangan
menapak hidup, buta.

Adakah yang butuh laki-laki itu
angin tak bisa jawab
hujan tak bisa jawab
gaduh rock tak bisa jawab

Ini perjalanannya yang ke sekian ke neraka
bekalnya air mata dan keluh kesah
lalu selaksa dosa!
Ini sajaknya yang kesekian tak berharga
sebab rusuh telah mengumpatnya
ANJING!

 

Tentang Dua Orang

Filed under: para dara — sangpencintamu @ 8:04 AM

-pada U.

Lalu kupikir akulah srigalanya
dan kau dalam sadar berlaku jadi kelinci
mengapa? Lalu kau tiba-tiba bisa menjelma singa.
Jangan kau harap jawabnya tiba
bersama angin yang berbantun dan terantuk
dahan juga ranting. -masalah-
Kita cuma dua egois yang ganas dan bebas
tak peduli, bahkan tak pernah beranggapan
ada egois-egois lain selain kita
lucunya pula, kita tak pernah mau
untuk saling mengalah.

:Kau teriak lagi!
dalam lembutmu kau tak pernah hendak jadi korbanku!
Mengapa kau jadi kelinci berparfum Yves?

:ngusap kepalaku, ngecup keningku
tapi jangan terkam aku -rintih-

Laparlah srigala itu, nafsunya tiba puncak
sedang kelinci berkaca-kaca matanya, iba srigala.
“baiklah, kukunyah saja ekor sendiri!”
Ah, srigala itu kehilangan ekor, kelinci yang singa tertawa
( ah, egois satu mengganti celana dalam yang kotor! )

Cihampelas, 1993

 

Rock Buat Fay 17/05/1993

Filed under: sahabat — sangpencintamu @ 12:36 PM

Bung, ceritamu tak selesai
lantas apa kau cari
kemana langkah kau tapak
seribu benih masalah
tertanam dan tumbuh subur
di kepalamu. Tumpas sudah?

Bung, masih berapa banyak
kepedihan yang kau tuai
berani kau? bertarung?

Bung, tersesatkah kau
atau kau mulai lagi meradang
memaki-maki nama sendiri
sumpahi kehidupan
lelaki, kau malang nian.

:Apa lagi kini tempat kau mengadu?

Fay, rentang waktu
akan kau limbas dengan apa
kau tautkan masa lalu, hari ini
dan waktu datang
atau kau kubur semua kenangan
dan lupakan bayangan di depan!

:Fay, ini untukmu. Teruslah, Fay.

Bdg, ’93

 

Kambing-kambing Hitam dari Pabrik 08/05/1993

Filed under: Uncategorized — sangpencintamu @ 10:20 AM

-memoar Marsinah

Mengapa seolah-olah hilang janji-janji
kata-kata penuh madu dari yang berdasi
dan yang berseragam murahan
mengapa selalu jadi korban.
Lalu meletuplah rasa ketakpuasan
mereka berdiam diri, berbaris, kegiatan mandeg
sebagai protes.
:la, upahku rendah tenagaku murah
apa jadi!
Namun, pemodal berdasi tak ambil peduli
tak ambil resiko merugi
dipanggillah centeng-centeng berseragam
dengan pentungan digenggam.
Perlawanan pun timbul, mereka balas pukul
ambulan, polisi, kemudian pemadam muncul
pabrik-pabrik sebagian terbakar kemarahan
dan siapa nanti yang akan disalahkan?
Kambing-kambing hitam itulah,
sedang kepala dibelit dasi mungkir berulah
sebab di benaknya hanya ada berapa besar
asuransi yang akan membayar.
:itulah, mengapa mereka tak mau ambil pusing
selama kami tak mogok kerja, la!
Orang-orang kecil, membayangkan akhir permasalahan
dan juga selalu berarti kesalahan yang ditimpakan
satu-persatu, dengan halus dan kasar
mereka disingkirkan, kembali terlantar.
:tanpa keahlian lain, kami hanya bisa jadi buruh
pabrik demi pabrik bersuasana muram suram
la, sampai saatnya nanti kembali jadi kambing-kambing hitam.

Bandung, 1993