Aku, Kamu dan Cinta

Puisiku, Ungkapan Hatiku

PULANG 23/08/2008

Filed under: Luna — sangpencintamu @ 1:26 AM

Akhirnya kuputuskan pulang
Kembali pada matahari jiwa
Yang sekian lama terabaikan
Terimingi senyum perawan

Sudah jauh memang perjalanan
Hati mengharu biru di tiap simpang
Juga akal yang mengerdil nyaris ditelan syahwat
Aku terjerembab ketika sebilah kenyataan menohok kesadaran

Maafkan aku matahari jiwa
Pernah ada masa ketika aku melupakan kalian
Masa ketika aku menjamah impian lelaki kecil ini
Masa ketika aku mencumbui mimpi-mimpi
Masa ketika aku khilaf telah memiliki kalian

Maafkan aku matahari jiwa
Kali ini aku mohon diberi kesempatan
Karena aku sadar betapa bersalahnya aku
Karena aku sadar betapa hinanya kelakuan
Karena aku sadar aku membutuhkan kalian

Aku pulang, matahari jiwaku
Kembali kepelukan hangat kalian
:Terimalah aku

Advertisements
 

MATAHARI YANG REDUP 12/08/2008

Filed under: Luna — sangpencintamu @ 1:23 AM

Pagi ini…
Matahari itu meredup cahayanya…
Bersinar tapi tak menyebar hangat…
Pagi ini…
Nyatalah semua akibat…
Kasih sayang yang terpaksa dibebat.

( dan aku termangu dalam kecintaan yang mengharu biru )

 

11 AGUSTUS 2008… SEBENTUK CINTA BUNUH DIRI 10/08/2008

Filed under: Luna — sangpencintamu @ 11:09 PM

Sebentuk cinta bunuh diri malam ini.
Serasa hati yang disayat sembilu berbalur garam dan cuka.
Serasa jiwa yang diremukkan berkeping-keping tanpa jerih.

( aku mengenangmu, gadis )

Sebentuk cinta bunuh diri malam ini.
Demi reinkarnasi di lain hari, demi metamorfosa di dalam tangis
Dan kepedihan itu ditanggung bersama

( aku mencintaimu, gadis )

Lalu segala duka diharap berakhir ketika cinta ini bunuh diri
Lalu segala rahasia akan dikuburkan bersama derita dan asa bahagia
Lalu segala wajah duka orang tua coba untuk dihapuskan

( aku tak sanggup menerima wajah berselimut lara itu, gadis )

Sungguh, sangat berat aku menahan semua hasrat
Namun sekilat senyum di bibir tua mereka aku harapkan bersemi dan merekah
Karena aku mulai sadar bahwa cinta sejati adalah berpijak pada kebahagiaan orang tercinta untuk meraih kebahagiaan kita sendiri, dan
Karena aku ditampar sebuah kenyataan bahwa cinta yang bunuh diri malam ini adalah kasih terlarang!!!

( aku akan menunggumu, gadis )
-bahkan ketika penantian itu sendiri akan membuat aku terbunuh sepi-

Jadi, biarlah cinta ini bunuh diri malam ini.
Agar di pusaranya kelak menyeruak kecambah yang akan menjadi sebatang pohon rindang keluarga yang kuat.
Dan di pohon itu bermekaran senyum kebahagiaan banyak orang yang berteduh di bawahnya.

( aku mengalah, malam ini dan selamanya…
aku menyerah pasrah…
aku kubur rahasia terindah ini bagiku dan untukmu saja, gadis )

Maafkanlah…

( Senin, 11 Agustus 2008 )
pada sebuah tempat tidur dengan pesing yang nikmat