Aku, Kamu dan Cinta

Puisiku, Ungkapan Hatiku

REDUP 18/05/2009

Filed under: Luna — sangpencintamu @ 6:43 AM

seorang gadis menangis
ketika terpaksa menjadi yang kedua di hati
lantas godaan bertubi-tubi menyinggahi
hati sang raja berpermaisuri

dia tak bisa membenci karena cintanya begitu besar
dan sang raja telah menasbihkan diri menjaga negeri
ah, tragedi dan ironi
cinta yang jadi lumut di atas batu

mestinya sedari dulu cinta itu disudahi
bukan dibiarkan menjadi seperti ini
terlalu besar untuk digoyahkan
terlalu berakar untuk dicabutkan

dan gadis itu menangis sendiri
cahayanya meredup

:cintanya tetap ada, bagai lentera tanpa minyak, cuma bara.

Advertisements
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s