Aku, Kamu dan Cinta

Puisiku, Ungkapan Hatiku

Sudah Biasa… Maafkan Aku… 01/06/2010

Filed under: Luna — sangpencintamu @ 8:44 AM

…..
dan aku relakan semuanya
…..

Advertisements
 

Sajak Pada Purnama 28/05/2010

Filed under: Luna — sangpencintamu @ 1:11 AM

Bulan purnama…
Indah…
Dan aku merindukanmu, cinta…
Lantas hati bergetar dan terasa nyeri…
Atas kenyataan yang kita hadapi…
:Sesungguhnya aku takut kehilangan kamu..

 

REDUP 18/05/2009

Filed under: Luna — sangpencintamu @ 6:43 AM

seorang gadis menangis
ketika terpaksa menjadi yang kedua di hati
lantas godaan bertubi-tubi menyinggahi
hati sang raja berpermaisuri

dia tak bisa membenci karena cintanya begitu besar
dan sang raja telah menasbihkan diri menjaga negeri
ah, tragedi dan ironi
cinta yang jadi lumut di atas batu

mestinya sedari dulu cinta itu disudahi
bukan dibiarkan menjadi seperti ini
terlalu besar untuk digoyahkan
terlalu berakar untuk dicabutkan

dan gadis itu menangis sendiri
cahayanya meredup

:cintanya tetap ada, bagai lentera tanpa minyak, cuma bara.

 

SAJAK PUTUS BUAT LUNA 12/03/2009

Filed under: Luna — sangpencintamu @ 5:49 PM

maka aku kembali bertanya
jujurkah yang kauucapkan?
karena entah mengapa, rasa itu kian memuai
luluh lantak dihantam prasangka

terlalu banyak kemungkinan meracuni otak
sementara jawaban pasti tak juga tiba
lalu benakku capek
mengukur-ukur kadar cinta
(sana!!! pergi sana!!!)

jadi pabila kau akan kembali
kurasa pintu itu telah tertutup rapat
karena hadirmu tak lagi di harap
di hariku di hadapku di mataku
:bahkan pula di mimpiku!!!

ya, inilah sajak putus
karena segalanya menjadi jelas bagiku
sana!!! pergi sana!!!
kelupas namaku dari hatimu
juga bakar semua kenangan kita
juga kubur semua getir manis yang telah tercipta

aduh, semestinya kita mampu bersama
-namun kenapa niat itu tak terlaksana-

 

PULANG 23/08/2008

Filed under: Luna — sangpencintamu @ 1:26 AM

Akhirnya kuputuskan pulang
Kembali pada matahari jiwa
Yang sekian lama terabaikan
Terimingi senyum perawan

Sudah jauh memang perjalanan
Hati mengharu biru di tiap simpang
Juga akal yang mengerdil nyaris ditelan syahwat
Aku terjerembab ketika sebilah kenyataan menohok kesadaran

Maafkan aku matahari jiwa
Pernah ada masa ketika aku melupakan kalian
Masa ketika aku menjamah impian lelaki kecil ini
Masa ketika aku mencumbui mimpi-mimpi
Masa ketika aku khilaf telah memiliki kalian

Maafkan aku matahari jiwa
Kali ini aku mohon diberi kesempatan
Karena aku sadar betapa bersalahnya aku
Karena aku sadar betapa hinanya kelakuan
Karena aku sadar aku membutuhkan kalian

Aku pulang, matahari jiwaku
Kembali kepelukan hangat kalian
:Terimalah aku

 

MATAHARI YANG REDUP 12/08/2008

Filed under: Luna — sangpencintamu @ 1:23 AM

Pagi ini…
Matahari itu meredup cahayanya…
Bersinar tapi tak menyebar hangat…
Pagi ini…
Nyatalah semua akibat…
Kasih sayang yang terpaksa dibebat.

( dan aku termangu dalam kecintaan yang mengharu biru )

 

11 AGUSTUS 2008… SEBENTUK CINTA BUNUH DIRI 10/08/2008

Filed under: Luna — sangpencintamu @ 11:09 PM

Sebentuk cinta bunuh diri malam ini.
Serasa hati yang disayat sembilu berbalur garam dan cuka.
Serasa jiwa yang diremukkan berkeping-keping tanpa jerih.

( aku mengenangmu, gadis )

Sebentuk cinta bunuh diri malam ini.
Demi reinkarnasi di lain hari, demi metamorfosa di dalam tangis
Dan kepedihan itu ditanggung bersama

( aku mencintaimu, gadis )

Lalu segala duka diharap berakhir ketika cinta ini bunuh diri
Lalu segala rahasia akan dikuburkan bersama derita dan asa bahagia
Lalu segala wajah duka orang tua coba untuk dihapuskan

( aku tak sanggup menerima wajah berselimut lara itu, gadis )

Sungguh, sangat berat aku menahan semua hasrat
Namun sekilat senyum di bibir tua mereka aku harapkan bersemi dan merekah
Karena aku mulai sadar bahwa cinta sejati adalah berpijak pada kebahagiaan orang tercinta untuk meraih kebahagiaan kita sendiri, dan
Karena aku ditampar sebuah kenyataan bahwa cinta yang bunuh diri malam ini adalah kasih terlarang!!!

( aku akan menunggumu, gadis )
-bahkan ketika penantian itu sendiri akan membuat aku terbunuh sepi-

Jadi, biarlah cinta ini bunuh diri malam ini.
Agar di pusaranya kelak menyeruak kecambah yang akan menjadi sebatang pohon rindang keluarga yang kuat.
Dan di pohon itu bermekaran senyum kebahagiaan banyak orang yang berteduh di bawahnya.

( aku mengalah, malam ini dan selamanya…
aku menyerah pasrah…
aku kubur rahasia terindah ini bagiku dan untukmu saja, gadis )

Maafkanlah…

( Senin, 11 Agustus 2008 )
pada sebuah tempat tidur dengan pesing yang nikmat