Aku, Kamu dan Cinta

Puisiku, Ungkapan Hatiku

Pukul 00:23, Kemarin 05/09/1993

Filed under: petualang — sangpencintamu @ 9:01 AM

le petit homme

kemarin malam,
seorang laki-laki gelisah
matanya tak dapat lelap jua
walau telah lelah dia memaksa
biar dapat berdoa di dalam mimpi
laki-laki itu memandang langit
yang jadi selimut bila ia bermimpi
mencari-cari bulan kesepian
untuk diajaknya
bersama-sama merasakan kegelisahan
tapi sang bulan tiada
awan yang angkuh menelannya
laki-laki itu tambah gelisah
matanya semakin menyala
pijar api mata yang tak dapat tidur
memancarkan kata-kata
:aku sungguh resah

Advertisements
 

Sajak Malam

Filed under: petualang — sangpencintamu @ 8:54 AM

kehidupan kelelawar,
menceritakan perjalan hidup satu mahkluk
ada ringkik kuda
ada lolong anjing
ada raungan srigala
kehidupan kelelawar,
menunjukkan segenap rasa pada malam
di bawah sinar bulan
menghantuinya dengan bayang-bayang
kehidupan yang tak pasti
ketidakmampuan manusia
keputusasaan
kehidupan kelalawar dan sebilah pisau
yang tepat ditikam di jantung
menggelepar ……………
tawa!

 

Menanti Embun 01/06/1993

Filed under: petualang — sangpencintamu @ 9:03 AM

Entahlah, kesepian kurasakan kian memuncak
sedang malam belum terlalu larut
mungkin karena tak terdengar bunyi jangkerik, decak cicak
atau hatiku telah begitu kecut.
Ada kegelisahan, ada kegelisahan
lalu pelan-pelan ketakutan turut menggayut
inderaku, satu-satu hilang peran
berpegang keyakinan, masih kuhanyut.
Malangnya kau, bulan
berteman denganku selama ini
hanya mendengarkan cerita-ceritaku
yang tuli buta akan kisahmu
Malam sampai ke puncak
kegelisahan dan ketakutan tambah besar
panas, bertambah panas itu membakar
buah itu telah termakan
menggelitik-gelitik kerongkongan
bagai bara.
Waktu terus bergulir kesepian itu makin mengiris
yang kunanti belum jua menemuiku
mungkin karena ia malas membagi tiris
atau hatinya telah beku untuk aku.
Ada kegelisahan, ada kegelisahan
lalu kian cepat pula jiwaku luluh
tanpa teman, menatap bulan sendirian
tak kusadari keyakinan pergi pula menjauh
tak tahulah aku mengapa diri bagai terpanggang
sedang tetes embun pun enggan datang.

Bandung, 1993.

 

Bali 31/12/1992

Filed under: petualang — sangpencintamu @ 11:53 PM

Merenung di sini, lamunan demi lamunan
berlalu dan melompat-lompat
kupandangi gadis-gadis berkebaya merah
dengan rambut terurai berdoa di pelinggih
irama-irama tubuh yang teratur
pesona.

Merenung di sini, menandai tiap saat yang
berlalu dan melompat-lompat
aku terpana gadis-gadis bule dalam bikini
pemuda-pemuda pribumi lincah berselancar
corak-corak hidup yang membaur
tanda tanya

Ada yang memikatku di sini
kegempitaan, botol-botol minuman, lampu-lampu
diskotik kawasan Kuta. Yach
Dentuman hardrock dari sekitar pantai
gamelan bearak ke telinga sayup-sayup
ucapkan salam hangat pada pulau Dewata
“Selamat Tahun Baru.”

 

N (pada norman) 04/04/1992

Filed under: petualang — sangpencintamu @ 12:00 PM



sobatku
dalam imajiner kita pernah bercakap
dalam kebanggaan petualang dan petualangan
sobatku
dulu sombongmu menawanku, daki gunung susuri gua
dulu urakmu menyindirku, arungi sungai jelajahi laut
aku yang tak sadar
selalu coba menandingi kau
dalam imajiner pun.
walau obsesiku adalah laut, kau ‘tahu’
sobatku
kini adakah bangga di atap bumi
menjadi mimpi
kini adakah kebengkuan di puncak langit
mengusir sakit
sobatku
keperkasaanmu, mengapa harus habis
di 6700 atas laut
di Aconcagua
keperkasaanmu, mengapa tak dapat lagi
kusimak, dalam koran, majalah, televisi
sahabatku
pernah kuanggap kau abangku, saudara
bahkan kini pun masih.
sobatku,
damailah kau,
dalam salju, dalam semangat, dalam bumi
dalam tanggung jawabmu
:TUHAN
sambut norman dalam senyuman

Pondok Gede, Akhir Ramadhan 1412 H.