Aku, Kamu dan Cinta

Puisiku, Ungkapan Hatiku

Buat Dame 17/05/1994

Filed under: sahabat — sangpencintamu @ 12:46 PM

Hai kau!
Tutup mulut kau dan cucilah
atau kau bakar hatiku dalam dendam
saat termuntah nanti,
binasa kau!

Advertisements
 

Episode Cinta Erni Galuh Ayu 19/05/1993

Filed under: sahabat — sangpencintamu @ 8:45 AM

Tak pernah terjawab, tanya di kepala
semakin besar, mengisi langit dunia
seperti deretan awan putih, tipis.

Bernyanyilah, segala sepi ‘kan berkawan
lalu kesunyian tak lagi dirasakan
tak ada lagi hujan!

Bumi ini, cinta kita. Apa pun namanya,
cinta Kita! Bahkan saat kita teriak,
“Musnahkan!”
BUmi tak pernah berhenti tertawa.
Maka, cerita lalu itu, hanyalah
dukamu!
Berjuanglah tetap, walau ribuan hutan
yang kau klaim milikmu itu,
kian luluh lampus diporakporandakan
mesin!

( aku hanya melihat dari jendela ketika
kau menangis, dan kemudian bunuh diri! )

 

Rock Buat Fay 17/05/1993

Filed under: sahabat — sangpencintamu @ 12:36 PM

Bung, ceritamu tak selesai
lantas apa kau cari
kemana langkah kau tapak
seribu benih masalah
tertanam dan tumbuh subur
di kepalamu. Tumpas sudah?

Bung, masih berapa banyak
kepedihan yang kau tuai
berani kau? bertarung?

Bung, tersesatkah kau
atau kau mulai lagi meradang
memaki-maki nama sendiri
sumpahi kehidupan
lelaki, kau malang nian.

:Apa lagi kini tempat kau mengadu?

Fay, rentang waktu
akan kau limbas dengan apa
kau tautkan masa lalu, hari ini
dan waktu datang
atau kau kubur semua kenangan
dan lupakan bayangan di depan!

:Fay, ini untukmu. Teruslah, Fay.

Bdg, ’93

 

Blues Buat Putri 17/05/1992

Filed under: sahabat — sangpencintamu @ 12:48 PM

(lagu yang tak pernah selesai)

aku tak terluka kala kau pilih
teman selain aku. Itu hakmu
hanya aku tak dapat bermanis muka
saat kau lebur dalam lakumu. Taklah aku semurah itu

kawan, kau temukan keceriaan
bersama mereka?
lebih? kalau bersama aku?

aku tak ingat lagi, apa
kita pernah berbagi gelak tawa
dan riuhnya canda. Sepeti keluhmu pun tidak,
mungkin itu penyebab ku tak peduli sapamu.

(ah, kau mengerti aku -dulu-)
hanya sayang kau remehkan arti berkawan
kau hargai dirimu teramat sangat.
Muak aku!

(duh, kau mamahlah gelar sarjanamu kelak!)

 

Si Bungsu 17/02/1992

Filed under: sahabat — sangpencintamu @ 12:26 PM

-pa’ Sau

Dalam kebisuan, kau lewati masa
bersih hati sepolos rupamu.
Ah, Dia memang selalu terlalu rindu
pada yang dicinta-Nya
hingga aku tak dapat lagi
nikmati tawamu,
nikmati murkamu,
nikmati manjamu,
nikmati lugumu.
Jelas kukenang hari lalu
Dalam kebisuan, kau lewati masa
tanpa cacat dosa.
Ah, Dia Maha Tahu seribu bisu
isi kalbu yang lugu
damailah kau.
Ku tahu, di duniamu
kau terlelap, sembari tersenyum
karena, kau lebih paham dari kami
saat ini.
Dan nistanya, bila tak arif
cinta dibalut aib.
Damailah kau, walau cuma aku
yang mengerti kau.

ma studio, Februari 1992

 

R 17/05/1990

Filed under: sahabat — sangpencintamu @ 1:17 PM

-tentang segala bohong-

Bila kau tempuh jalanku
kuyakin kau bakal tersesat, walau
kau tatih jejak langkahku.
Aku tahu tak akan sempat kau kejar
setiap hari yang kulewati,
dan aku bangga karena itu.
Lautku menyanyi-nyanyi, gembira sebab pecintanya datang
arungi dirinya.
Gunungku padam murka, tenang sebab tapak kakiku
merambah punggungnya.
Langitku biru bersih, haru sebab kepak sayapku
menembus rengkuhnya.
Aku cinta kau, seperti cinta laut, gunung, langitku.
Tapi ku tak harap kau cari diriku,
pribadi terbuang yang setia cumbui laut, gunung, langit.
Dan merayapi tembok keangkuhan. Perlahan.

:Di puncak, aku berteriak, memekik:
Laut, gunung, langit. Dan kau!
Ini aku, akulah tugu kesombongan.