Aku, Kamu dan Cinta

Puisiku, Ungkapan Hatiku

LARA 04/04/2009

Filed under: dreW — sangpencintamu @ 8:20 PM

dan nyaris saja aku tak sanggup menulis puisi
karena kata telah mati dibunuh emosi
lelaki ini terjaga dengan kekosongan murni
di perut, di jiwa, di otak, di hati nurani

berarak kesedihan mengiringi keranda cinta ini
sampai dimakamkan dan terpampang di epitaph
“di sini sebentuk kasih suci dimakamkan malam ini”
dan aku menjaga pusaranya sambil meratap

cinta telah mendahului aku
cinta telah berpulang lebih dulu
cinta telah menjadi mayat membeku
cinta telah menorehkan lagi lara dan pilu

nelangsa sungguh hati lelaki ini
ah, jangan tanya kenapa… karena kamu tahu aku benci dipaksa!

jika ini akhir, akhiri ini dengan senyuman

(yang menyaluti airmata)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s